Rabu, 25 September 2013

LKMM Goes To Garut !!!



Setelah seminggu penuh mencari dana, berjuang mengumpulkan uang sebesar 10 juta rupiah. Akhirnya kami bisa melaksanakan LKMM pada tanggal 17 September 2013.
Pada hari pertama, pada saat keberangkatan yang diawali dengan hujan yang cukup lebat, lalu setelah itu pelepasan-pun dimulai dengan hikmat, diawali sambutan dari Pak Karebet selaku pembina, lalu dilanjutkan oleh Ustadz Muhibbudin selaku mudir IBS insantama, lalu diakhiri dengan doa dari Ustadz Anas.
Lalu, setelah maghrib perjalanan kami-pun dimulai menuju Garut, pada awal perjalanan kondisi cenderung ramai, tetapi setelah beberapa jam kondisi mulai hening. Setelah melalui 5 jam perjalanan akhirnya kami sampai di kota Garut, dinginnya kota Garut menyambut kami, setelah di-drop di daerah perkebunan PTPN 8, kami-pun dipersilahkan untuk istirahat.
Hari ke-Dua, keesokan paginya, dinginnya kota Garut membangunkan kami dari tidur, aktivitas kami dimulai dari jam 04.00 dengan sholat tahajjud dan mandi pagi, setelah itu kami berangkat dari masjid tempat kami tidur ke rumah singgah untuk menyantap sarapan pagi, disana kami disambut dengan ayam goreng dan sup yang hangat.
Setelah mengisi energi dengan sarapan pagi kami harus berjalan kira-kira sejauh 12 KM, menuju desa tempat kami akan melakukan analisis “SWOT”, yaitu desa Dawugan Sari, tetapi jauhnya perjalanan tidak terasa karena indahnya pemandangan yang ditunjukkan selama perjalanan.
Sesampainya di desa kami disambut ramah tamah warga desa, setelah menjalani perjalanan yang melelahkan kami dipersilahkan untuk beristirahat, sebelum menemui Kepala Desa. Pada sore hari kami datang ke Balai Desa, Alhamdulillah kami disambut dengan hangat disana, Pak Kepala Desa memberikan sambutan dan telah mempersilahkan kami untuk melakukan observasi di desa-nya. Setelah acara selesai kami diajak berkeliling desa dari RW 1 sampai RW 7 oleh Pak Sekretaris Desa, selesai berkeliling kami bersiap untuk menjalankan sholat maghrib dan menjalankan agenda lagi setelah isya. Setelah isya kami diberikan pengarahan oleh Pak Karebet, setelah pengarahan kami dipersilahkan untuk istirahat untuk menjalankan tugas keesokan harinya.
Hari ke-Tiga, kegiatan kami dimulai setelah sarapan pagi, setiap kelompok dipencar sesuai RW yang sudah ditentukan kami diberi waktu sampai Dzuhur, setelah Dzuhur kami berkumpul di Masjid untuk menyusun power point mengenai hasil observasi yang telah kami lakukan untuk dipresentasikan pada malam hari-nya. Malam-pun tiba masing-masing kelompok mempresentasikan hasil observasi mereka, ternyata cukup mengejutkan, apa yang sudah ditemukan oleh teman-teman kami, ternyata masalah yang ditemukan tak jauh dari kemiskinan para penduduk desa tersebut. Setelah semua kelompok mempresentasikan, saat-nya untuk menggabungkan semua hasil observasi dari semua kelompok untuk dipresentasikan di Balai Desa, lalu sebuah tim dikerah-kan untuk melakukan penggabungan, penggabungan ini baru selesai pada jam 1 malam, tapi Alhamdulillah penggabungan ini berjalan dengan baik, tinggal menunggu esok hari, berhasilkah kami ?.
Hari ke-Empat, hari terakhir kami berada di desa Dawugan Sari, sebelum melakukan presentasi di Balai Desa kami melakukan gladibersih terlebih dahulu, lalu orang-orang yang ditunjuk sebagai pembicara dan MC sebagai berikut susunannya. 1.Silmi, Pembicara pertama
                                      2.Adzkia, Pembicara kedua
                                      3.Farhan F, Pembicara ketiga
                                      4. Adi dan Abadi, MC
Setelah melakukan gladibersih kami bergegas menuju Balai Desa untuk melakukan presentasi, di depan Kepala Desa, dan Tokoh masyarakat. presentasi berjalan dengan bersemangat, dan berapi-api. Setelah presentasi selesai ada beberapa tokoh warga yang berkomentar tentang adu domba, mereka bilang “ini bukan adu domba tetapi, ini adalah adu ketangkasan domba”, pernyataan tersebut sempat membuat tegang beberapa saat, tapi setelah itu Pak Karebet mencairkan suasana, akhirnya suasana Balai Desa kembali tenang, lalu acara ditutup dengan doa dari kiai Desa Dawugan Sari. Akhirnya kami telah menyelesaikan semua kegiatan kami di Garut dengan sukses, Allahuakbar !!!.
Sebelum kami meninggal-kan kota Garut kami disuguhkan segarnya degan khas Garut, pangalaman kami di Garut takkan terlupakan, banyak yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata.
Lalu perjalanan kembali ke Bogor, IBS Insantama-pun dimulai kami berangkat pukul 16.00, dan sampai di Bogor sekitar pukul 21.00, sesampainya di IBS Insantama kami disambut dengan takbir, dan spanduk bertuliskan “wilujeng sumping di IBS insantama”, gemuruh takbir tiada henti menghiasi kedatangan kami.
Lalu untuk yang terakhir kami mengatakan, kumaha kabarna dinteun ieu !?
   
Alhamdulillah, Sae Pisan, Allahuakbar, Leres !!!


Jumat, 19 April 2013

Hidup


  • Apakah kita bisa lari dari semua yang telah kita perbuat selama ini ?,
  • Apakah kita bisa meminta hidup kita lebih menantang ?
  • Dimana seharusnya kita berada ?
  • Apakah hidup hanya seperti ini, membosankan ?
Tolong jawab pertanyaan itu !!!

Jumat, 12 April 2013

Egoist - Departures


Mou anata kara aisareru koto mo
Hitsuyou to sareru koto mo nai
Soshite watashi wa koushite hitoribocchi de
Ano toki anata wa nante itta no?
Todokanai kotoba wa chuu wo mau
Wakatteru no ni kyou mo shite shimau
Kanawanu negaigoto wo

Hanasanaide gyutto
Te wo nigittete
Anata to futari tsudzuku to itte
Tsunaida sono te wa atatakakute
Yasashikatta

Anata wa itsumo sou yatte watashi wo
Ugorasete saigo ni nakasunda
Dakedo ato ni natte
"Gomen ne tte" iu sono kao
Suki datta

Hanasanaide gyutto
Sou omoi kiri
Anata no ude no naka ni itai
Futari de odeko wo awasenagara
Nemuru no

Aaa nidoto wa aenai tte koto wo shitteta no?

Hanasanaide gyutto
Anata ga suki
Mou ichido datte waratte kurenai no?
Anata no nukumori ga kiechau mae ni
Dakishimete